.................................................................

.................................................................

Minggu, 14 Februari 2016

Mengapa menjadi K-popers? Edisi ‘Di Balik Layar Seorang K-popers’. ~Fakta+Opini+Saran untuk para Kpopers~



Mengapa menjadi K-popers?
Edisi ‘Di Balik Layar Seorang K-popers’.
                              ~Fakta+Opini+Saran untuk para Kpopers~   
K-pop World? My world? Why?
                Sebelum author sharing tentang pengalaman author jadi anak k-pop. Author peringatkan, jangan membaca artikel ini sambil makan atau minum. Kenapa? Nah, daripada rasa penasaran membelenggu, yuk... ikut author bocorin satu per satu.
                Pertama author mau bahas, apa sih pusat pesona dari dunia k-pop? Oh, why? Mungkin jika sebagian dari kalian belum tahu banyak soal k-pop, survey membuktikan, sekitar 60% dari kalian bakal bilang sesuatu yang kalian pandang lebih buruk dari sesuatu atau sosok yang sedang kalian idolakan. Itu sih ya wajar-wajar aja asal jangan suka bikin fanwar yah.... Bleh, zaman sekarang masih ae suka bully orang. Ambil sisi positifnya. Kalau udah gitu kalian bakal dapet deh berkas-berkas cahaya yang siap menguntai sepanjang rasa cintamu.
                Semua orang memiliki daya tarik, tapi kenapa harus “They”? setiap manusia memiliki keputusan di tangan mereka masing-masing. Author gak terlalu memperhatikan secara perfeksionis sama mereka. Mata author kepancing karena kerja keras mereka. Kerja keras, ya. Inspiratif sekali kan? Dari yang gak tidur full malem, demi mimpi yang mereka cita-citakan. Sampe rela ngabisin tenaga demi mebuat ortu mereka bangga.
                Terus apa lagi? Tentunya semua nikmat dari bakat dan potensi mereka telah menyuguhkan kespektakuleran yang bikin banyak orang (termasuk author) sempat tergila-gila. Selain itu, mereka juga setia+author juga belajar dari mereka. Termasuk kiat-kiat belajar tambahan tengah malem. Itu sih ciptaan author sendiri, hehe... lagian author juga suka pake imajinasi. Yang penting nih, kalian seneng. Kerja keras kayak gitu merupakan cerminan semangat hidup yang gak bakal bikin kita gampang ngeluh. Gak percaya?
                Buat kalian yang SONE, pasti sebagian sudah mendengar banyak kisah dari member SNSD a.k.a Girls’ Generation. Perjuangan mereka itu patut diacungi 4 jempol. *2 jempol kaki, 2 jempol tangan*. Habisnya mereka dulu ikut audisi dari kecil, di training bertahun-tahun. Tau gak trainingnya kayak apa? Beuhh... kalo author sih ya punya 2 pilihan kalo di training kayak member SNSD, piliha yang pertama adalah nyerah atau yang kedua nyerah. Tapi enggak buat mereka, mereka gak kenals sama lelah, putus asa. Bahkan di setiap air mata yang menetes, selalu mereka sambut dengan harapan besar bahwa di suatu hari mereka akan menjadi benih-benih bintang seperti kilau air mata kerja keras.
Dreams! Ini nih, kisahnya Tiffany. Sebenernya dia gak dibolehin sama appa (ayah) nya buat ikut audisi, ayahnya lebih suka kalo Tiffany kerja di kantoran. Tapi apa kata Tiffany? Tiffany ingin nyoba dan akhirnya dia bisa membuktikan kepada ayahnya, bahkan kepada dunia bahwa seorang Tiffany salah satu member SNSD telah menjadi seorang superstar.
Di Exo’s showtime ep. 9, disitu ada member exo yang latihan nyaris tengah malem. Biar kompak lah. Ada juga Seventeen, yang latihan dance jam 3, terus rekamannnya pagi. *auhtor lupa jam berapa*
Enaknya dan cobaan jadi k-popers?
Relatif sih. Tergantug sama diri kita sendiri. Salah satu keistimewaannya, kita bisa kumpul keluarga k-popers bahkan sedunia. Kita bisa ngrasain keluarga selain keluarga kita sendiri, jadi kalo kita kesepian, mereka bakal ada buat kita. selain itu, ada idol-idol kita yang sering ngasih kabar, bikin adegan lucu, atau idol yang lagi konser. Terus kita cari tau deh.... hehe... Itu salah satu obat stress loh. Yang lebih ajib lagi, kita bisa jadi author amatiran *kayak ane* lewat nulis FF, artikel, curahan hati. Terus ada juga, kita belajar jadi artworker, ya kerjaannya ngedit-ngedit gambar. Bisa cover FF, sampe manipulasi tingkat master.
Masih ada lagi. Kita bisa menyalurkan bakat-bakat terpendam kita yang secara tidak langsung tersugesti dari motivasi diri karena inspirasi dari idol kita. misalnya, selain nulis kita bisa dance cover atau sing cover, kita bisa juga gambar bias di kertas gambar. Wow! Keren, kan? Yang lebih bermanfaat lagi, motivasinya.
Dibalik itu semua, author sebagai k-popers juga sering dibulli. Ya jadi pusat pembullian gitu. Rasanya sakit ya gitu....tapi author gak masukin ke hati. Caranya? Cukup liat apa yang kalian liat baik sebagai yang baik dan jangan terpengaruh dengan cibiran yang tidak masuk akal. Semua kejadian di Bumi memang memiliki alasan, jadi gausah takut. selama kita masih dalam pedoman ajaran agama yang kita anut, it’s okay.
Cobaan yang lain adalah ketika kita menghadapi proses berbagi bias. Uh... ga mau tapi harus mau. Coba deh, kalo orang yang ngebiasin bias yang sama kayak kita, dan orang itu baru aja jadi sahabat kita. Pertama tau, reflekku cuma nangis dalam hati, di bash sekalipun? Author pernah ngalamin. Tapi athor cuma bisa nutup perkataan author gini, “Aku gak berhak buat ngrebut mereka. Karena aku hanya seorang fans.” Sebenarnya kata-kata itu author dapet dari BaekHyun.
Fans berlebihan a.k.a Fanatik?
Fanatik? It’s okay. Fanatik biasa diartikan sebagai sebutan untuk orang yang sangat tergila-gila kepada sosok sang idola. Tapi menurut author, fanatik itu waktu kita bisa tertawa, menangis, karena sang bias, bahkan membuat kita semangat karenanya. Apalagi buat motivasi belajar *kayak author :D* #Beuhhh.....Abaikan. but, buat readers author saranin buat berusaha ngendaliin impuls. Caranya? Gini, pernah gak 3 bulan terakhir readers mukul orang ato banting barang waktu marah? Kalo iya, berarti readers masih belum bisa ngendaliin impuls. Jadi langkah pertama yang readers lakukan mesti tenaang, jangan kebawa emosi. Ini ngefek banget lo sama kehidupan kita sebagai fans.
Fakta k-popers?
Kurang lebihnya kayak gini :
1.       Wallpaper gadget foto bias. *Ya gak? Ngaku aja deh :v, author sih juga gitu*    
2.       Hardisk, kartu memori, dan penyimpanan laennya cepet abis karena diisi lagu, foto, fakta, profil, sama MV-MV keren bias kita. *Sering sih sempet mau abis juga :D*
3.       Sering ngaku-ngaku kalo bias adalah pacar, suami/istri, ada juga yang kakak, ato adek. *padahal bukan*
4.       Pernah sekali ato sering yang ngoomong-ngomong sendiri sama bias di layar *layar HP, tablet, Laptop, dll*
5.       Pusat pembullian para haters. *Tenang. Jangan di masukin hati para wajah-wajah pembenci yang tak punya hati* ;( ;)
6.       Jarang keluar rumah. *Ya, author banget. Kecuali waktu hari aktif sekolah.* :v
7.       Kebanyakan dari kita itu, Jomblo. :v *HADIR*
8.       Terhindar dari berbagai aksi narkoba, seks dan atau lainnya. Karena kita jarang maen yang gak jelas. Ya, selera kebanyakan k-popers itu bukan yang begitu. Ya kan? Pertahankan!
9.       Gak sedikit dari kita yang ROYAL. Dikit-dikit ada barang k-pop baru, di beli. Album bias baru, dibeli. Boleh sih, tapi ingat. Segala yang berlebihan tidak baik.
10.   Sering denger lagu bias kalo jamkos. Atau sering ngedance sendiri kalo ga ada kerjaan di kelas. *kerjaan author ini :D :v*
11.   Suka ngedit foto bias. 
12.   *mmm... lain-lain*. :v
                Oke readers. Akhirnya author bisa mencurahkan isi hati author. Kalo ada yang kurang, krisar aja gapapa. Author juga belajar jadi orang yang terbuka. Jadi, sebelumnya author juga harus tau kekurangan dan kelebihan author. *Loh kok curcol?* Maaf... buat semua salah kata, salah ketik, salah persepsi, dan kesalahan lain yang mungkin membuat readers sakit hati. Sekian dulu dari author, annyeong... Ghamsa Hamnida. :D J

Soshi One

Soshi One