.................................................................

.................................................................

Jumat, 03 Juni 2016

FanFiction Yuju Gfriend_Ice Flower CHAPTER 2




FanFiction
Title                 : Ice Flower
Author             : Jung Rae Ah (Ayu P.)
Main Cast        : Yuju Gfriend
Other cast         : Yeri Red Velvet, Zelo B.A.P, Suho Exo, SeHun Exo, Minho Shinee, Kim TaeYeon, etc.
Length             : Multi Chapter
Rating             :  Teen
Genre              :  School life, Comedy, Olimpiad story, etc.
Disclaimer :
*Cast belong to God and their parents
*This FF is mine. (Fiksi ini berdasarkan imajinasi author. Jika ada kesamaan karakter, cerita, kebudayaan, hal-hal yang tidak sesuai (entah itu cast, alur, latar), dan lain-lain yang terkandung di setiap unsur di dalam cerita ini. Maka, itu semua hanyalah sebuah kebetulan belaka.)
Cr : Ayupuspitaningrum129.blogspot.com
A/N : Awas banyak Typo. Maaf kalau kurang seru. ^_^....
2016©Jung Rae Ah(Ayu P.)
CHAPTER 2
The Most Stupid Girl
...
...
---Happy Reading---
Hope You Enjoy It J
...
...
“Banyak kegagalan hidup yang dialami oleh manusia disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah selangkah lebih dekat dengan kesukesan. Ini terjadi ketika mereka kemudian menyerah pasrah.”
-Thomas Edison
                *Katakanlah wahai mentari. Bahwa alam semesta akan menjadi saksi bisu pergerakan manusia.*
Biarkan sinarmu menghangatkan seluruh perasaanku. Karena hari ini, kami semua akan bertemu dengan pembina. Detak jantungku tak terkendali. Ditambah sunyinya suasana ruang pembinaan ini. Kalor menguap dari setiap luang pori-pori kulitku. Aku tak mampu untuk menahan getaran tubuhku.
            “Joheun achim (Selamat pagi).” TaeYeon eonni menyapa sopan kepada kami. Kami berdiri dan membungkuk sesaat.
            “Oke, bagaimana kabar kalian semua? Sudah tahu kan kalau pembina yang saya datangkan dari negeri seberang akan datang? sudah siap semua?” TaeYeon eonni berkata dengan express sambil menengok ke arah jam dinding. Sepertinya ia sedang mengejar waktu.
            “Hari ini juga saya akan pergi ke negeri seberang untuk memperpanjang kontrak lama. Ada proyek pembuatan satelit disana.”
            “Pasti melelahkan.” Potong Zelo dengan tiba-tiba.
            “Lalu?” Suho melemparkan tatapan sinisnya ke Zelo. Ku pikir Suho sedang berkata dalam hati bahwa apa yang dikatakan Zelo tadi tidak ada sopan santunnya. Bahkan, jika ia sudah naik darah, ia pasti akan memaki Zelo tepat di depannya.
            “Tidak begitu juga. Kapan-kapan kau akan eonni ajak kok Zel. Aku tahu kok, kamu bilang melelahkan agar suatu saat aku mau kamu gantiin kan? Hehehe.... kalo kamu dapet gold medal ya,!” Ujar TaeYeon eonni sambil menengok ke arah jam dinding untuk yang kedua kalinya. Meski tak terlihat, tapi lirikannya tak bisa lepas dari tatapanku.
            “Oh! Arasseo... kami akan berusaha sebaik mungkin kok. Semangat eonni, mulai hari ini eonni juga gausah mikirin kita ya. Kalo eonni takut telat, sekarang bisa ninggalin kita kok.” Jelasku.
            “Eh? Yuju. Kamu?” SeHun menatapku nanar.
            “Apaan sih?” Aku mengerjap seolah tak ada kelebihan apapun yang muncul dari diriku.
            “Nde. Saya pergi dulu ya...” TaeYeon eonni pun berlalu dari bayangan kami.
            Atmosfir pagi kembali menyibak aral halangan yang akan menyapa  satu per satu dari kami .
            “Yeri, tumben pagi ini kamu diem aja.” Ocehku sambil menikmati bubble tea.
            “Oh ya?” Ia mengerjap.
            “Ke apotik yuk!” Ajakku sambil meraih tangannya.
            “Eh? Ngapain?”
            “Kalo kamu anemia, harusnya beli obat tambah darah atau nggak istirahat. Tapi berhubung pembina mau dateng, yaudah beli obat aja ya. Atau aku aja yang beli. Gimana?” Jelasku
            “Eonni.... Bagaimana bisa kau melakukannya?” Ia membulatkan kedua matannya.
            “Kau lihat? Tanganmu. Itu pucat, wajahmu juga, semuanya tampak pucat. Lalu sorotan matamu juga mati. Kukumu, sangat bersih. Itu berarti kau tidak melakukan apapun dari tadi. Ditambah dengan rambutmu yang tidak kusam dan tidak lembab. Bajumu, itu adalah yang kau pakai kemarin. Aroma tubuhmu, wangi bercampur keringat kering. Tapi wangi itu adalah aroma minyak wangi. Dan aku mengingat-igat dimana aku pernah menemui aroma seperti itu, ya ketika orang-orang sedang sakit. Namun penyakit mereka bukan penyakit yang tabu untuk dibahas. Itu menunjukkan bahwa kau tidak mandi kemarin. Karena di kamar mandi sudah ada khusus air panas, seharusnya kau tak takut kedinginan. Tapi kau tidak mandi. Jadi ku pikir kau sedang sakit dimana penyakit itu membuat seseorang menjadi lemah dan tak bersemangat, pusing berat, kulitnya pucat, tapi ia masih tampak bisa melakukan sesuatu walau ia sebenarnya juga mudah kelelahan. Ya, itu anemia.”
            Yeri menatapku dengan ekspresi khasnya, ekspresi bingung tetapi kekaguman muncul dari binar matanya.
            “Eonni... kau berbakat sekali menjadi detektif.”
            “Bukan begitu. Tetapi ya sudahlah, jadi atau tidak?” Tanyaku to the point
            “Ani (tidak). Aku lebih ingin menanti pembina kita hari ini, eon.” Jelasnya.
            Mataku tertuju pada matanya yang sayu-sayu. Keras kepala sekali.
            “Oh, okelah.”
            Kami smeua masih asyik di meja masing-masing. Aku yang sedari tadi memecahkan persamaan yang lebih mudah untuk permain rubik, tetapi tidak ketemu juga.
            “Permisi,”
            Suara asing itu masuk ke dalam gendang telingaku hingga terkirim ke otakku. Suara asing namun terdengar sangat berkharisma. Oh, sepertinya aku akan sangat beruntung memiliki pembina sepertinya.
            SeHun, Suho, dan Yeri terkesima. Kecuali aku dan Zelo. Pembina kami, oh mungkin bagaikan dewa dihadapan mereka. Aku tak tahu, tapi ku rasa dia memang orang hebat. dari caranya memakai dasi, caranya menaruh tumpukan buku, caranya melepas kacamata.
            “Selamat siang semuanya....” sanggahnya kepada rasa penasaran kami.
            “Perkenalkan sebelumnya, naneun Choi Min Ho. Minho imnida. Saya hampir seusia dengan kalian karena saya baru lulus kuliah dan mendapat kontrak dengan negara kalian. Suatu kehormatan saya dapat berjumpa dengan kalian semua. Kalian boleh panggil saja saya Minho agar mendatangkan konteks persahabatan di antara kita.”
            “Oh begitu kah?” Tanyaku dengan tiba-tiba.
            “Tapi jikalau kalian ingin memanggil saya ‘pak’ juga tidak masalah.”
            “Kalau aku memanggilmu ‘oppa’ (panggilan bagi perempuan kepada lelaki yang lebih tua) bagaimana?” Tiba-tiba Yeri ikut menyuluti pembicaraan.
            “Hmm..... oppa dan Hyung. Kurasa itu ide yang bagus.” Tambahku.
            “Whit! Oppa dan Hyung? Ya sudahlah....” ucapnya pasrah.
            “Sebelum mengawali materi pertama kita, aku ingin tahu identitas kalian. Ya biasa, introduction about nama, kelas, alamat, nama panggilan, dan alasan mengapa memilih astronomi.” Beliau mengambil jeda sejenak untuk mengambil momen dimana ia bisa mengenali kami lebih jauh dari wajah kami.
            “Baiklah. Saya ingin mulai dari yang paling belakang.” Ucapnya sambil menunjuk ke arahku.
            Tiba-tiba aku salah tingkah. Aku hilang kendali, ku menoleh ke belakang lalu menunjuk diriku sendiri, beliau mengangguk.
“Sudah paling belakang itu kamu sama aku, dan Mihho Hyung nunjuknya ke kiri, itu berarti kamu. Kenapa masih nengok ke belakang? Babo (bodoh)!” Zelo memaki seenaknya kepadaku.
“Eh, kenapa pake marah-marah sih?” Protesku.
“Urusanku.” Jawabnya enteng.
“What? Mwoeyo? Oh arasseo....” Aku berdiri dan menuju ke bangkunya. Ah God, Zelo memang menyebalkan. Benar juga dia jenius, tapi tidak seenaknya sendiri seperti ini.
“Ngapain?” tanyanya.
“Aku mau mengambil kotak pensilku yang tertinggal di bangkumu.”
“Wah... marah ya....” Ejeknya seolah ia tak bersalah. Sambil mengejek ia menahan kotak pensilku. Aku kehilangan rasa sabarku. Aku ingin menyentaknya tapii....
“Apa ini drama?” Suho menegaskan suasana.
“Eh?”
Tiba-tiba semua bertepuk tangan. Uh, aku disindir. Seharusnya aku maju ke depan. Ku lupakan soal kotak pensilku dan aku langsung ambil posisi.
“Mianhae, atas insiden tadi oppa. namaku Yuju, alamatku di......” Tubuhku memanas seketika. Bagaimana bisa aku lupa alamat rumahku. Jinjja? Nan eottokhae? Ku lemparkan pandanganku ke lantai lalu ke langit. Tidak ada informasi yang bisa kutemukan tentang alamatku.
“Alamatku di Bumi.” Ceplosku innocent.
“Hahaha....” semua tertawa lepas melihat tingkahku. Aku hanya terdiam dan oh.... bodohnya diriku ini. Mengapa aku bisa melupakan semuanya dengan cepat? apalagi ketika sang pembina tersenyum manis ke arahku. Dia memang sangat tampan, muda, pintar, dan berkelas. Lebih parah lagi, mengapa hatiku tersanjung ketika pesona terpancar dari matanya? Dia mengingatkanku kepada ChanYeol. Bruh.... pikiranku melenceng kemana-mana. Ada pikiran aneh melintas yang mengatakan, ‘apakah dia ChanYeol yang menjelma menjadi seorang pembina? Atau mungkin.....’ “Ya, panggilan saya Yuju. Alasanku memilih astronomi karena aku menyukai astronomi.”
“Aduh...... kok gak relevan banget thih..” Sehun menimpali.
“Sekian dan kurang lebihnya saya mohon maaf.” Aku kembali ke bangku dengan gugup. Belum sampai ke bangku, sang pembina itu memanggilku.
“Yuju?”
Langkahku terhenti, wajahku melirik ke arahnya. Hatiku menjerit. #HelpMe
“Setelah pembinaan hari ini selesai, aku minta satu jam denganmu disini saja.”
Aku mengangguk pelan.
Teman-temanku yang lain menunjukkan kehebatannya kepada Minho. Tetapi mengapa aku tadi melakukan hal yang aneh. Apakah ini menunjukkan bahwa aku lah yang paling bodoh di antara mereka? Atau aku hanya pusat permainan dari semua ini? Uh, ini semua membuatku tidak nyaman. Perasaan yang sama saat pertama kali aku memasuki suatu orgnisasi. Apakah ini merupakan karma untukku?
TO BE CONTINUE.....

Senin, 30 Mei 2016

Fan Fiction Ice Flower [Yuju Gfriend]

FanFiction
Title                 : Ice Flower
Author             : Jung Rae Ah (Ayu P.)
Main Cast        : Yuju Gfriend
Other cast         : Yeri Red Velvet, Zelo B.A.P, Suho Exo, SeHun Exo, Minho Shinee, Kim TaeYeon, etc.
Length             : Multi Chapter
Rating             :  Teen
Genre              :  School life, sad, Olimpiad story, Song Ficts, etc.
Disclaimer :
*Cast belong to God and their parents
*This FF is mine. (Fiksi ini berdasarkan imajinasi author. Jika ada kesamaan karakter, cerita, kebudayaan, hal-hal yang tidak sesuai (entah itu cast, alur, latar), dan lain-lain yang terkandung di setiap unsur di dalam cerita ini. Maka, itu semua hanyalah sebuah kebetulan belaka.)
Cr : Ayupuspitaningrum129.blogspot.com
A/N : Awas banyak Typo. Maaf kalau kurang seru. ^_^.... Author saranin baca FFnya sambil dengerin lagu “Red Velvet_One of These Night”
2016©Jung Rae Ah(Ayu P.)
CHAPTER 1
One of These Night

...
...
---Happy Reading---
Hope You Enjoy It J
...
...
“Eunhasu neomeoe adeukhi meon gose”
“Di luar Bima Sakti, dalam jarak, tempat yang sangat jauh”
            Inilah aku. Jiwa yang terbangun dari mimpiku. Pembungkus manis kenangan pahit yang bersinar di dalam otakku. Bukan karena aku menderita aku membabi buta. Tetapi, lihatlah! Lihatlah ke dalam bola mataku. Kau tak akan menemukan se-atom kegundahan yang menghias wajahku. Namun, entah mengapa aku selalu terbayang oleh rintihan masa lalu yang seolah-olah seperti planet yang mengorbit dan akulah pusatnya.
            “Yuju eonni (Kak Yuju). Kamu gak tau peraturan disini ya?” Tanya seorang soulmateku, sebut saja Yeri.
            “Dengar. Aku sangat-sangat-sangat bosan mendengar ocehan seperti itu.” Jelasku sambil memalingkan wajahku darinya.
            “Aku tahu kok peraturannya. ‘DILARANG GALAU’. Ya, kan? Siapa sih yang bikin aturan itu?” Tambahku lagi.
            “Well, gini loh kak, kamu pilih yang mana? Lebih baik jadi olimpian yang berwibawa atau jadi olimpian Internasional namun ia tampak seperti orang yang paling sedih di alam semesta.” Jelasnya sambil merapikan tumpukan buku astronomi di atas mejanya.
...
            Ya, kami sedang ada di dalam ruang pembinaan. Kami adalah sebuah tim yang akan berlayar ke luar alam semesta yang belum pernah kalian fikirkan sebelumnya. Yeri adalah member termuda kami, usianya masih 15 tahun. Sedangkan usiaku sekitar 17 tahun, begitu juga dengan Zelo dan SeHun.
Di dekat pintu, seorang lelaki yang sangat suka dengan buku yang sedang melamun seorang diri, namanya Suho. Meskipun dia pendiam, tapi dialah leader tim kami. Sedangkan leader dari kepanitian Tim Nasional Star (“Star” anggap saja nama negara) adalah Kim TaeYeon. TaeYeon Eonni-lah yang mengurus semuanya. Termasuk mengatur segala persiapan training sampai 3 bulan ke depan.
....
“Kak, kamu kenapa sih murung terus. Padahal kita baru kenal hari ini. Jangan tertutup terus, cerita dong masalah apa yang bikin kakak sedih! Besok pembina kita bakal dateng looo.” Yeri memohon padaku. Terpaksa, aku tak kuasa menatap wajah polosnya lagi. Aku mulai menyebrangi kenangan putih dan bercerita dengan canggung.

FLASHBACK ON!
Bolehkah aku menyibak bayangmu? Ups! Salah. Itu hanya sisi burukku yang menginginkanmu. Sudah lama aku tertikam dalam perasaan ini dan aku lelah. Aku tak ingin mengenal pesona busukmu itu. ingatlah baik-baik! Rantai penderitaan yang kurasakan akan terus menghantuimu seperti apa yang ku rasakan. Camkan itu!
            “Oppa! Dengarkan aku...Please oppa....tinggal sebentar saja.” Pintaku sambil mengelabuhi lelaki berusia 17 tahun itu.
            “Hanya sebentar. Satu dari malam ini.” Lirihku pelan.
Tiba-tiba suara hentakan kakinya terhenti sejenak. Aku mendongak. Ku biarkan hening menyapa mood kami dan me-refreshnya kembali. Hatiku bergoncang hebat.
“Apa yang kau inginkan?” Tanya lelaki itu dengan suara serak.
“Could you stay with me? One of these night.” Ku coba untuk mengerat tangannya, namun ia pasti pergi lebih dulu.
“Babo (bodoh)! Sejak kapan kita pernah berhubungan seperti yang ada di otakmu sekarang, hah?”
Deg!
Betapa tajamnya untaian kalimat kotor yang tak diundang itu menusuk ke dalam jiwaku yang sesak. Dan ia tak tahu seberapa sakit rasa yang sedang ku tahan dari tatapan matanya. Spontan, air mataku pun berjatuhan.
“Hello...Kok nangis sih? Kalo ngliat kamu nangis gini, jadi makin gak kenal deh aku sama kamu. Kamu gak tuli kan? Kamu masih denger kata-kataku tadi?”
“....” Aku hanya diam seribu bahasa.
Dalam rentang waktu yang sama, hanya untuk satu menit. Dalam jarak yang sama, tinggal untuk sebentar.
“Mmm... gini aja deh... kalo kamu  iya, bilang putus sekarang. oke? Setelah detik ini kan kita gak mungkin ketemu lagi dan kata siapa sih aku pernah suka sama kamu. Hoo hoo... Mulai sekarang kamu fokus aja sama masa depan kamu. Kenapa repot-repot mikirin aku? Hah! Kalo kamu gagal kan aku gak bisa tanggung jawab. Arasseo!” namja (lelaki) itu berlalu meninggalkanku diriku.
Ada banyak hal yang ingin ku katakan padanya. Tetapi semua hal itu menghilang saat berada di ujung lidahku. Aku yang masih berseragam, tak dapat menahan malu dari apa yang telah ku lakukan tadi. Memohon kepada seorang namja yang menganggapku bodoh. Lalu harus disebut apa jalan yang telah kita tempuh waktu itu? Bahkan jika aku mengubah kalender, aku masih di tempat yang sama.
FLASHBACK OFF
“Oh, gitu yaa...” Tiba-tiba suara aneh itu tersambung dalam benang perbincanganku dengan Yeri. Suara itu sepertinya milik si cadel. Oh, yang benar saja, ternyata ia menguping bersama Suho di dekat mulut pintu.
“Sehun-aahhh~” aku berteriak sekencang mungkin. Karena aku sangat tidak suka ada orang yang diam-diam ikut menyusuri privasiku.
“Jangan curcol mulu.... Belajar dong! BELAJAR!!!” Bentak Suho sambil menyodoriku sebuah buku Fundamental Astronomy.
“Yah, kan ini kita baru dateng kok  udah di bentak-bentak. Tadi juga baru aja kenal sama kalian semua. Huh!” Aku membuang peluh seraya melipat kedua tanganku di atas meja yang bertuliskan namaku.
“Asal kau tau. Meski  masih 3 bulan, tapi deadline kita sangatlah full. Eh... disini kamu malah enak-enak an curcol. E=mc2; F=m.a; kau fikir itu hanya sebuah konsep? Rumus-rumus itu mewakili semua realita yag terjadi setiap hari. Lubang hitam, galaksi, Super Cluster, nebula, satelit, planet, bintang, tata surya, matahari kita, bumi kita, bulan kita, peristiwa dilasi waktu.......semuanya. Astronomi, astrofisika, kosmologi, astrobiologi, Relitivitas Einstein, maupun teori lain. Setidaknya kita harus seperti master dari hal-hal tersebut. Bahkan semua hal yang belum kau ketahui.” Ujar Suho panjangxlebar.
Mulutku menganga lebar, tak bisa menjawab ketegasannya. Tingkahnnya, seolah mendorongku dari belakang.
“Kak Suho, naega mianhaeyo (aku minta maaf).” Yeri berdiri lalu pergi ke bangkunya.
SeHun yang tadi mengolokku, kini sepasang matanya tengah menyuluti ilmu baru yang ia dapat dari buku-buku baru yang kami peroleh dari TaeYeon eonni. Sedangkan si genius, Zelo, masih betah saja menggarap proyeknya sejak datang pagi tadi. Ia mengatakan bahwa ia ingin menemukan revolusi baru dalam hal telekinetik dan teleportasi. Aku hanya bersajak di dalam hati. Semangatku mendidih tepat di dalam otakku.
Suho pun lelah akan tingkahku. Ia kembali ke tempatnya. Dan hanya sebentar, tinggal sebentar saja. aku mulai melupakan satu kejadian dari malam itu. Malam ini akan menjadi saksi bisu pertentangan dingin yang akan lenyap dari kegelapan. Di malam ini pula, kegigihanku akan terus memancarkan sinar yang sangat menyilaukan. Di tengah-tengah galaksi Bima Sakti. Di antara keindahan alam semesta. Hanya satu yang tak bisa ku lupakan, yaitu waktu mulai sekarang.
To be Continue.....

Soshi One

Soshi One