.................................................................

.................................................................

Kamis, 03 Maret 2016

Fan Fiction BaekYeon-By Myself [chapter 5_ENDING]



CHAPTER 5

ByMy Self!!!”
Title                 : By My Self
Author             : Jung Rae Ah (Ayu P.)
Main Cast        : Kim TaeYeon, Byun BaekHyun
Length             : Multi Chapter
Rating             : Teen
Genre              : fantasy, hurt, friendship, mystery, romance, a little comedy, etc.
Back Song :
*Sesuai selera, tapi author saranin muter lagunya Exo-Growl-Don’t Go*
Disclaimer :
*This FF is Mine
*Cast belong to God and their parents
*Ayupuspitaningrum129.blogspot.com
A/N : Awas Typo Campur Aduk, Maaf Kalau Kurang Seru. ^_^
2016©Jung Rae Ah(Ayu P.)
...
...
---Happy Reading---
Hope You Enjoy It
...

                “Sssstttt....” LuHan mendesis.
                “Mwoya?” BaekHyun memasang posisi kuda-kuda.
                “Lihatlah disana!” LuHan menunjuk ke arah semak belukar yang mendurigakan. Hijau, dingin, gelap, tetapi terpampang seorang Putri tidur, Snow White.
                “Apa ini imajinasimu BaekHyun?” Tanya Kai
                “Ani..aniya...” BaekHyun memoncongkan bibirnya sambil kembali ke posisi normalnya.
                Begitu keras, Kai mendekati Putri itu.
                “Inilah hal yang paling kusuka!” seru Kai kepada LuHan dan BaekHyun.
                “Apa harus kita biarkan Kai melakukannya?” Tanya LuHan pada BaekHyun. Baekhyun menggeleng dengan cpat.
                “Kamjjong! Kau pikir kau ini pangeran?” Potes BaekHyun tanpa berpikir panjang lagi.
                Tanpa memperhatikan perkataan BaekHyun, Kai telah melakukan adegan yang tidak senonoh itu. *kiss* itulah namanya.
                “Menjijikkan....” Ucap BaekHyun.
                “ne....” LuHan memandang sekitarnya, ia merasakan firasat yang tidak enak.
                “Apa ada yang tertinggal?” Tanya LuHan.
                “Oh.... Yeolli!” BaekHyun baru teringat dengan soulmatenya.
                “Oh...andweeee...!!!! Chanyeol yang berduaan dengan Cinderella apalah tadi, sedangkan kai yang baru saja mencium Snow white? Apakah ini petualangan edisi Yadong? OH NO! YADONG MOMENT!!!” BekHyun memeras kepalanya. Ia merasa sudah tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan ini. Semuanya hancur. Tekad yang membara dalam hatinya, telah menjadi abu yang siap dihilirkan ke laut.
                “Udahlah Baek, nikmati dulu napa?” Jawab Kai enteng.
                “Buruan, kai! Ayo kita cepet-cepet tamatin perjalanan kita,” LuHan bersikeras untuk terus berlanjut. Sedangkan BaekHyun sedang duduk memojok, menikmati frustasi seorang sendiri.
                Beberapa menit terlewati tanpa mereka manfaatkan. Tanpa terasa, Snow White itu pun terbangun.
                “Annyeonghaseyooooooooo........................” Sapanya penuh gairah. Ketiga makhluk keren itu segera tebangun dai tempatnya, tak terkecuali BaekHyun.
                “Siapa yang baru saja membangunkanku?” Snow White itu menaikkan gaunnya agar ia bisa berjalan mendekati lelaki-lelaki itu. BaekHyun, Kai, dan LuHan hanya terkekeh.
                “Apakah itu kau?” Snow White menempelkan telunjuknya di bibir seksi Kai yang lembab.
                “Ahh...” Adrenalin Kai semakin naik diperlakukan seperti itu.
                “Jadi gak?” Tanya BaekHyun pada LuHan.
                “Nyari BlackPearl, nyelametin Yeolli, bawa pulang TaeYeon, dannnn.... kembali ke Planet kita. ketemu SeHun, Sant?” BaekHyun menyeret Kai dan LuHan.
                “BlackPeal? Sant? Kau mencarinya?” Perkataan Snow White itu menggetarkan impuls BaekHyun yang sedang bad mood.
                “Sialan... kau mau apa lagi?” Murka Bekhyun tak terkendali. “Cantik-catik sok tau aja,,, sok kece lu!” Bisik BaekHyun pada dirinya sendiri.
                “Mianhae.... aku hanya ingin memberitahu jika BlackPearl itu tengah menyuruhku untuk menanti sant disini. Karena Sant adalah pangeranku yang sesungguhnya. Tetapi karena kalian telah membuatku terbangun, berarti ramalan itu benar-benar terpatahkan.” Snow White berjalan mendekati BaekHyun.
                “Mwo? Ramalan apa itu? apakah happy ending atau sad ending?” BaekHyun menatapnya sinis.
                “Semua akan kau ke tahui setelah kau bisa memilih BlackPearl yang sesungguhnya. Jika kau salah memilih, maka tak ada jalan lain, kecuali orang yang kau cintai akan..........mati.” Snow White menaikkan dagunya.
                “Jinjja? Mengapa ramalan ini mengharuskan seseorang meninggal? Aku tidak percaya. Sekali lagi, aku tidak percaya dengan omong kosongmu.!” BaekHyun menjadi lemas seketika. Aliran darahnya terasa mampat.
                “Aku tidak menyuruhmu untuk percaya denganku. Tapi mengapa kau sangat percaya dengan ramalan itu?”
                Suasana beralih menjadi mengerikan. Langit yang semula cerah, kini menebarkan petir yang bergemuruh kesana kemari.
                CLIIINNNGG!
                Dua orang bersayap turun dari langit. Mereka sama-sama bercahaya, yang membedakan hanya warna. Yang pertama berwarna gelap, yang kedua bertakhtakan muatiara putih yang mengilap.
                “Pilih aku atau dia?,” Si sayap hitam itu menunjuk ke arah BaekHyun.
                “Nae?”
                Si sayap hitam itu mengangguk. BaekHyun melirik ke wajah Snow White dengan maksud ‘Kurasa kau benar’.
                LuHan menyentuh lengan BaekHyun. Snow White yang tadinya berdiri di dekat BaekHyun, kini moksa entah kemana....
                “Inilah saatnya kawan, kau harus menentukan pilihanmu.”
                “Tapi....aku tidak tahu,” Gerutu BaekHyun dengan kesal. Ia merasa, apa-apa dia. Kenapa sekarang ia harus di tujukan untuk memilih dua pilihan yang sama sekali tak ia kenal. Apa ini ajang cari jodoh paling bergengsi di alam semesta ini?
                BaekHyun mendongak, “Geressimida. Aku memilih kalian berdua. Karena kalian sama-sama BlackPearl, dan jika keduanya bisa, mengapa tidak?” BaekHyun memasangekspresi yang paling berkharisma.
                “Neol jalnasseo jeongmal! Mari kuantar kalian semua pulang. Dan jangan lupa, setelah kami menyatu, bawalah kami.”
                Mereka bertiga mengangguk serempak. Tak lama kemudian, muncul cahaya putih yang menyilaukan. Bahkan silaunya mencapai radius 300 kilometer. Sungguh menakjubkan. Dari butiran cahaya itu, tersibaklah butiran  debu  sihir yang beterbangan menghampiri ketga makhluk itu. lalu, mucullah 2 orang lelalki dan perempuan yang membawa sebutir mutiara hitam sebesar bola voli.(?)
                “TaeYeon! Chanyeol! Kalian kembali! Yuhuuuu.....” Kai berteriak sekencang mungkin. Sedangkan BaekHyun menangis tesendu-sendu. Suaranya mendayu diantara riak debu sihir menuju ke pandangan TaeYeon.
                “Mengapa kau baru datang? ku kira kau tidak akan kembali. Ku pikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi. Nappa!” BaekHyun memeluk TaeYeon dengan erat. Seperti ia tidak ingin kehilangan gadis yang sangat dicintainya.
                TaeYeon terbelalak. Ia tidak bermaksud seperti apa yang dikatakan BaekHyun.
                “Sekarang aku disini. Akan kubiarkan diriku berada disisimu, selamanya....” TaeYeon menghembuskan suara nafasnya yang berat.
                “Mengapa yang kau katakan kemarin dan tadi sangat berbeda?” Tanya BaekHyun sambil merenggangkan pelukannya.
                “Percayalah padaku,” TaeYeon melebarkan matanya sambil menggerakkan jemarinya untuk menghapus air mata BaekHyun.
                BaekHyun mengelus kepala gadis itu dan medekatkan wajahnya ke lawan bicaranya.
                “Hajima!” TaeYeon memalingkan pandangannya.
                “Ehem...” Chanyeol, Kai, dan LuHan membersihkan tenggorokannya yang tak gatal.
                “It’s okay. Kurasa edisi yadong sudh berakhir. Ayo kita pulang!” Ajak LuHan yang siap dengan energinya.
                “Comeback Home”mantera ajaib yang terucap dari mulut LuHan siap meluncurkan sebuah lubang cacing ke arah pepustakaan.
...
                “Duhhh.... mereka lama thekali ya, Thant?” Curcol si SeHun kepada sant yang tinggal kepalanya saja.
                “Buruan, Hun... Panggil temen-temenmu!” Sant yang sekado (Sekarang tinggal KepalA Doang) mengeluh putus asa.
                “Ini TheHun juga uthaha....” Jawab SeHun yang sedang menghabiskan snacknya.
                “Oh... itu usaha? Bagi dong Hun!” Pinta Sant sok manja.
                “Yeee,,, noh... makan tuh,”
                BRAKKK!!!!
                Tingkah ceroboh Kai yang datang secara tiba-tiba membuat suasana menjadi gaduh. Satu per satu dari mereka kembali.
                “Palli!” Perintah SeHun kepada Chanyeol yang membawa sebutir mutiara hitam tadi.
                “Eottokae?” Chanyeol bingung ketika akan mendekatkan BlackPearl itu.
                Biarkan saja, BlackPearl itu akan menghisap energi jahat dari tubuh Sant. Sant hanya pasrah, “Uuuhhh.... SAAKKKIIITTT” Jeritnya frustasi.
                “Bertahanlah Sant. Akan terjadi sedikit reaksi kimia, tapi itu tidak akan lebih sakit daripada kehilangan orang yang kau cintai,” Kata BaekHyun.
                “Cei..lahhh” Lirih LuHan.
                Setelah terjadi reaksi kimia seperti apa yang dikatakan oleh BaekHyun. Akhirnya, Sant malah berubah menjadi sosok penyihir yang sangat tampan.
                “Sepertinya wajah Sant ini sangat familiar....” Pikir Chanyeol sambil mengingat sosok yang berubah dari sisi Sant.
                “KRIS!!!!” Orang-orang di dalam perpustakaan itu berteriak serempak.
THE END!
Mian readersss... Endingnya gantung bangettt... hehehe.. mian... garing ya? Hehe... isinya emang konyol-konyol gimana gitu (?).. :D  thanks for reading, kalo udah baca corat-coret tulisannya di kolom komentar ya...J

Fan Fiction BaekYeon - By Myself [chapter 4]



CHAPTER 4

ByMy Self!!!”
Title                 : By My Self
Author             : Jung Rae Ah (Ayu P.)
Main Cast        : Kim TaeYeon, Byun BaekHyun
Length             : Multi Chapter
Rating             : Teen
Genre              : fantasy, hurt, friendship, mystery, a little comedy, etc.
Back Song :
*Sesuai selera, tapi author saranin muter lagunya Exo-Growl-Don’t Go*
Disclaimer :
*This FF is Mine
*Cast belong to God and their parents
*Ayupuspitaningrum129.blogspot.com
A/N : Awas Typo Campur Aduk, Maaf Kalau Kurang Seru. ^_^
2016©Jung Rae Ah(Ayu P.)
...
...
---Happy Reading---
Hope You Enjoy It
...

                “KAMANHAE!!! BaekHyun-ah... ini bukan saatnya untuk beranekdot. Kita semua terkena tipu daya makhluk itu, Yeolli. Lihatlah! Aku memendamnya sedari tadi. Apa tidak ada dari kalian yang mengerti dengaku?” TaeYeon menderu kesal. Nafasnya keluar masuk lewat lubang hidungnya seperti laser udara. (?)
                “Gwenchana?” Chanyeol mencoba meminta maaf kepada TaeYeon.
                “Dasar tidak peka!” TaeYeon menjerit kesakitan. Dadanya seolah sesak melihat teman yang dibawanya kemari seperti orang bodoh.
                “Aku mohon....apa kalian sudah lupa tujuan kita kesini? Mengapa masih bertanya-tanya seperti itu? jelas-jelas aku sedang tidak baik kali ini!” Bentak TaeYeon seolah menciptakan badai tornado yang mengalun marah kepada mereka.
                “Sudahlah...Sepertinya TaeYeon sedang PMS.” Bisik Luhan di dekat telinga Chanyeol.

....

                #Sehun Moments with  Sant in Exo Planet.
                Dibalik kegelisahan rombongan pejuang Sant di Alam bayangan kebalikan manusia, Sehun dan Sant sangat merindukan wajah-wajah konyol para sahabatnya itu.
                “Apa kau tak thedih, Thant?” SeHun memutar reklame yang menceritakan sebuah kisah kenangan terindah selama hidupnya. Sant yang sekarat hanya bisa mengangguk melas.
                SeHun berdecak lidah, “Maafkan aku thant! Aku memang kejam. Aku tidak bitha mencari alternatif yang baik untuk kita themua. Mari kita menyuthun dunia kita thebaik-baiknya!”
                Perpustakaan yang dingin itu mulai menyejukkan hati kedua makhluk itu.
                “Cepatlah kembali! Neomu-neomu bogothipeoyo....” SeHun menangis badai bersama  Sant.
....
                Selama petualangan pejuang Sant berakhir di Alam Bayangan Kebalikan Manusia, Mereka belum menemukan apapun. Dengan bersedih hati, mereka harus menanggung malu setelah ditipu oleh kembarannya Chanyeol.
                “Kurasa ini salahmu!” Kai menodongkan telunjuknya ke arah Chanyeol.
                “Apa maksudmu?” Chanyeol mengelak.
                “Ne.... Begitu kau sekarang? sudah lupa ya? Baru saja kita ditipu oleh kembaranmu dan sekarang kita tersesat di sebuah tempat yang tak akan pernah bisa kita keluar dari sini karena sihir kita tidak akan berfungsi. Dan sekarang, kembaranmu itu melarikan diri semudah itu. Berlari sambil melambaikan jemari tangannya yang lentik itu?”
                “Aku tidak bermaksud seperti itu. siapa suruh juga kalian mengikutiku? Apa perlu aku menyebut kalian penguntit? Peniru gayaku?” Chanyeol mulai meledak.
                “Aku kira kita semua salah... kita terlalu percaya dengan akhluk asing. Benar kata TaeYeon, teori BaekHyun itu salah. Aku tau, BaekHyun, kau pernah menciptakan teori atom, tetapi ini bukan kimia sperti apa yang kau pikirkan. Aku juga salah, begitu mudahnya percaya.” LuHan mencoba memberi evaluasi.
                “Lebih baik, kita berfikir keras untuk keluar dari sini lalu membuat hipotesa mengenai letak blackpearl yang kita cari.” BaekHyun menengahi perkataan LuHan.
                “Aku tahu.” TaeYeon berpendapat.
                “Setelah lama aku berfikir, aku mendapat pencerahan tetang apa yang harus kita lakukan. Kalian bisa saja mengerahkan jiwaku untuk membuka pintu dunia selanjutnya. Tapi ingat! Jangan udah percaya dengan siapapun. Kita berada dalam dunia acak yang tak kita mengerti. Ibarat sebuah puzzle, kita harus bisa meyusun puzzle ini sesuai tempatnya. Masalah tertipu atau makan bakso dari orang gila seperti tadi bukanlah hal yang berlebihan, bukan? Kita terlalu mencari kesalahan teman kita sendiri. Disini, tempat kita merangkai cinta. Maka, perhatikan cinta itu dengan saksama. Kita bisa membuat cinta yang lebih indah.” TaeYeon mengutarakan hal ini sambil menahan air mata.
                “Jangan Nuna... siapa yang akan menjadi moderator saat kita terkekang?” Kai menitikkan air matanya.
                “Jangan memanggilku nuna. O,ya...kan ada LuHan. Dia lebih bijaksana dariku, hanya saja dia mudah berlarut-larut dengan situasi negatif. Jadi, tinggalkan saja aku. Selamatkan Sant!” TaeYeon membakar kayu semangat yang lama berdiam di dalam hati teman-temannya.
                “TaeYeon, sebelum kita pergi. Aku ingin membuat pengakuan disini.” BaekHyun menarik nafas panjang.
                “Inilah pengakuanku, aku mencitaimu. Maafkan aku telah membuatmu tersiksa dengan kata-kataku.”Lapisan udara yang membungkus mereka, memanas seketika. Bulu kuduk LuHan, Chanyeol, dan Kai berdiri kertika mendengar perkataan sok puitis di malam yang kelam ini.
                “BaekHyun-ah, jangan menungguku seolah kau tak punya pilihan lain.”
                Hati BaekHyun terbakar. Memarnya terasa hingga di ujung  otaknya. Untuk mengalihkan suasana, TaeYeon segera melepaskan energi terdalamnya untuk membuat sebuah pintu masuk dunia lain.
                “Palliga! Dan cepatlah kembali. Aku menanti kalian disini.” taeYeon mengutarakan perasaannya dengan penuh harap.
                “Aku akan kembali untukmu. Bertahanlah!” BaekHyun menyeringai untuk menghilangkan rasa sedih yang dibuatnya untuk TaeYeon. TaeYeon memberikan senyuman cerah untuk masa depan yang cerah. (?)
                Kemudian masuklah mereka ke dalam pintu menuju dunia lain yang asing.
...
                “Huuuwaaa........” Chanyeol berteriak kencang setalah keluar dair pintu anti materi yang membuatnya seolah berada dalam gravitasi yang melintas dalam waktu.
                “Apa kau baik-baik saja? Nugu seyo” Seorang gadis cantik membelai lembut pipi mulus Chanyeol.
                “Whaaa.... Neo! Nuguya?” Chanyeol terkejut akan tingkah aneh gadis itu.
                “Ah... Mianhae....cinderella imnida.” Gadis itu sungguh membuatnya Chanyeol membeku.
                “Oh! Naneun Chanyeol! Chanyeol imnida! Kau imut sekali....”
                Chanyeol menggenggam tangan Cinderella dan mengayunkan pelan. Cinderella hanya tertawa melihat wajah baby facenya Chanyeol.
                “Apa kalian sudah selesai?” BaekHyun mencoba mengingatkan Chanyeol.
                “Oh! Mwoya....”
                “Tunggu!” Kai menghentakkan suaranya dengan lantang.
                “Gadis itu sangat menggoda...” Bisik Kai kepada LuHan.
                “Kau ini.... jangan begitu...” LuHan mencoba menengahi, “Tapi lumayan juga. Dia lebih dari menggoda. Aku ingin....” Belum selesai dengan kalimatnya, BaekHyun memotog ucapan LuHan.
                “Penting e.” Kedua makhluk itu menunduk malu atas tingkahnya.
                “Peta!” BaekHyun berbisik kepada LuHan. Sedangkan Chanyeol tengah berbincang-bincang dengan Cinderella.
                “Heh?! Peta? Apa kita membawa peta?” LuHan semakin bingung. Ia mengecek isi kantongnya, tetapi tidak ia temukan apapun selain bungkus permen yang ia taruh di kantong sampahnya. LuHan hanya menggeleng.
                “Yang kubawa hanya secarik kertas clue,” Lanjutnya.
                “ah! Yeah.... sini biar ku liat.” BaekHyun menata kembali ingatannya. Ia memikirkan ucapan TaeYeon, “Dunia Puzzle? Dunia seperti apa itu? Apakah tempat ini? Atau hanya imajinasi?” LuHan dan BaekHyun saling menatap penasaran.
                “Jadi,....” Ucap mereka bersamaan.
                Kai masih berfikir keras akan ucapan kedua sahabatnya. Disini, tidak ada sihir, tidak ada mantera yang bisa di wujudkan. Tempat macam apa lagi ini? Belum lagi ditambah dengan klakuan konyol teman-temannya, termasuk dirinya sendiri.
                “Begini saja, sekarang...bisakah kita mencari BlackPearlnya disini?” Tanya Kai TO THE POINT.
                BaekHyun dan LuHan mengangguk bersamaan. “Yupp.. disini kita akan berpetualang.” BaekHyun memandang langit yang cerah.
                “Kita butuh imajinasi. apapun itu yang berhubungan dengan BlackPearl kita. Ayo ikuti aku! Aku tahu dimana BlackPearl itu berada.” Tambahnya lagi.
                Kai dan LuHan mengikuti BaekHyun. Bebatuan terjal yang menghadang, mengharuskan mereka untuk membuang energinya semakin banyak, dan banyak lagi. Mereka terus berlari di bawah langit biru yang menggelar gumpalan awan di sepanjang haluan sinar bintang Alpha Centauri.  Seberkas jalan yang penuh kenangan. Mengingatkan mereka semua tentang betapa indahnya alam semesta ini. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan sosok putri tidur yang sedang menunggu pangerannya. Putri itu tertidur di atas daun pepohonan yang menjalar di tanah penuh liku. 

 to be continueeee


baca chapter selanjutnya : KLIK DISINI

Fan Fiction BaekYeon-By Myself [chapter 3]



CHAPTER 3

ByMy Self!!!”
Title                 : By My Self
Author             : Jung Rae Ah (Ayu P.)
Main Cast        : Kim TaeYeon, Byun BaekHyun
Length             : Multi Chapter
Rating             : Teen
Genre              : fantasy, hurt, friendship, mystery, a little comedy, etc.
Back Song :
*Sesuai selera, tapi author saranin muter lagunya Exo-Growl-Don’t Go*
Disclaimer :
*This FF is Mine
*Cast belong to God and their parents
*Ayupuspitaningrum129.blogspot.com
A/N : Awas Typo Campur Aduk, Maaf Kalau Kurang Seru. ^_^
2016©Jung Rae Ah(Ayu P.)
...
...
---Happy Reading---
Hope You Enjoy It
...
...“Dunia fantasi ini takkan merubahku. Perasaan ini, bukanlah orang itu. Inilah diriku apa adanya, yang tak kau mengerti. Abaikan aku, lalu tertawalah sepuasmu”

_-_-_Byun Baekhyun_-_-_
~~~

                Setelah keluar dari lubang atau bolongan entah apa itu, kini mereka mendarat dengan mulus disuatu tempat. Tempat itu juga entahlah apa namanya, keadaannya sangat gelap. Saking gelapnya, mereka menyebutnya dengan panggilan “The Crazy of Darkness”
“Aku dimana? Siapa aku?” tanya  si Chanyeol yang setengah shock.
“Aagghhh... chanyeol? Itukah kau?” Baekhyun meraba-raba sekitarnya.
“Hentikan! Jangan meraba-raba wajahku. Ini aku Jong In!” Kai tak rela si Bacon itu enak-enak saja memanfaatkan kesempatan dibalik kesempitan.
“Hey! Bacon! Kekuatan supermu itu kan bisa memancarkan cahaya matahari, gunakan tanganmu untuk memancarkannya, bukan hanya bermain-main ditempat asing ini,” Luhan menengahi.
“Dimana Taeyeon?” Baekhyun panik, ia meremas kain baju panjang yang ia kenakan.
“Makanya, lakuin aja perintahku apa susahnya sih? Nanti Taeyeon pasti juga ada disekitar sini. Au ah gelap.” Luhan mulai emosi.
                Tanpa berfikir panjang, rupanya BaekHyun menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan Luhan ada benarnya. Baekhyun pun berkonsentrasi. Ia mencengkeram kuat energi yang berlalu lalang disekitar tangannya. Keringatnya mulai bercucuran. Kerlap-kerlip gelap terang terproyeksi dalam halusinasi. Dahinya mengurat sampai di ujung jemarinya. Sedikit demi sedikit, keluar foton (salah satu partikel cahaya) dari telapak tangannya. Cahaya yang melesat keluar dari telapak tangannya sangat terang mengisi ruangan kosong yang hampa. Ia memutar pandangannya ke segala arah..
                “Disana! Taeyeon!” Baekhyun memecah keheningan tempat itu. Ia berlari dengan tenaga seadanya diikuti cs-csnya, Taeyeon tergeletak lemas.
                “Etteokhae? Nuna Ireona!” Baekhyun menangis manja.
                “Yak! Apa yang kau lakukan?”
                Suara khas itu, milik Kim TaeYeon. BaekHyun tercekat, mulutnya menganga selebar 10 cm. Jika ini bukan TaeYeon, lalu siapa yang sedang ditangisi BaekHyun sekarang?
                BaekHyun melemparkan cahaya ke wajah yang ada di depannya.
                “Nugu seyo?”
                Orang itu tampak tak sadarkan diri.
                “Chanyeol? Itukah kau?” BaekHyun menyusuri tiap bagian wajah orang itu. dilihat dari wajahnya tampak nyaris sama seperti Chanyeol. Kalau ini Chanyeol, lalu siapa Chanyeol yang tadi? Ataukah ini Chanyeol jadi-jadian? Si chanyeol di masa depan? Atau Chanyeol dari dunia lain?
                TaeYeon dan Chanyeol diam-diam mendekat. BaekHyun tertegun dan mengujar beberapa patah kata.
                “Dia benar-benar mirip denganmu, Yeolli. Apakah dia saudara kembarmu yang tertukar?” Chanyeol pun menyidik kata-kata sok puitis yang dilontarkan BaekHyun. Bagaikan mati di depan cermin, begitu Chanyeol melihat orang yang sedari tadi tepar ini. Suasana berubah menjadi menegangkan.
                Brak!!!
                “Whoaaaa.. Eomma!!!” Si perusak suasana, Kai, yang baru datang entah dari mana berteriak kegirangan.
                “Yak! Kita tidak memiliki orang untuk dipanggil eomma disini. Sudahlah, jangan menyamakan diri kita dengan makhluk Bumi.” Bentak TaeYeon.
                “Mianhae chinguya...” Jong In terpapar di permukaan sambil meratapi lututnya yang kesakitan.
                “Tadi, tiba-tiba saja aku terpeleset setelah melakukan teleportasi. Ku pikir, ada yang tidak beres disini. Dunia ini sangat lain dari yang ku kira.” Lanjutnya
                Lengang. Tiada suara pengusik suasana selain hembusan angin yang senantiasa bergulir menyejukkan kepanikkan mereka.
                “Tunggu. Kalau disini ada aku yang lain, dan Kai bilang ada yang tidak beres disini. Jadi....” Chanyeol melamun.
                “Jadi, apa maksudmu kita sedang dalam dunia kebalikan?” LuHan meletakkan telunjuknya di sekitar pipinya.
                Chanyeol meliriknya dan berkata, “Begitulah. Tapi...”
                “Tapi apa?” BaekHyun, TaeYeon, Kai, dan LuHan kompak bertanya bersamaan.
                “Kurasa Chanyeol yang ini lebih keren daripada aku. Huuaaa.....” Chanyeol histeris.
                “Baboya!” BaekHyun mendorong makhluk api itu yang sedang mengeluarkan air mata.
                Shhrrrkkk....sreekkk...
                Tampaknya Chanyeol yang disangka Chanyeol dari dunia lain itu terbangun. Ia membuka matanya lebar-lebar. Tapi matanya terlalu kecil untuk itu. lalu ia menyapa makhluk exo planet yang sedang membiarkan mulut mereka ternganga melihatnya.
                “Annyeonghaseyooo......Naega.....mmm.....Yeolli imnida.” Makhluk itu menawarkan telapak tangannya untuk bersalaman.
                “Maaf, aku tidak tertarik denganmu, tapi.....kurasa kau bisa menjadi asistenku,”
                Semua orang disitu masih melongo dengan saudara kembar baru itu. mereka terlihat sama, dari ujung rambut sampai kaki, tidak ada yang berbeda. Bahkan sifatnya.
                “Yeolli, dan Yeolli....kalian kembar sekali,” Kai berbisik kepada angin kikuk yang mendengarnya. Tangan BaekHyun meredam cahaya, menjadikan suasana sekitarnya menjadi padam.
                “Kurasa, kita harus pergi dari sini,” TaeYeon menimpali kepada arus panas yang mulai datang.
                “Akan kutunjukkan jalannya.!” Yeolli jadi-jadian itu menyeru keras.
                TaeYeon sudah bungkam dengan makhluk itu. Ia berbalik badan dan tak mau kalah dengan Yeolli jadi-jadian.
                “Apa? Perlu aku yang memulainya? Aku akan pergi sekarang. Kau akan ikut tidak?” TaeYeon melirik BaekHyun yang sedang kebingungan.
                “Aku akan ikut denganmu Yeolli,” Luhan yang biasanya paling bijaksana beralih pikiran mengikuti makhluk itu.
                “TaeYeon! Bukankah lebih baik jika kita pergi bersama orang-orang yang lebih tau dari kita? di tempat yang asing seperti ini?” BaekHyun menarik tangan TaeYeon.
                Sekejab, hati TaeYeon meleleh atas ucapan namja itu. Tapi otaknya masih bisa berfikir jernih, “Teori macam apa yang baru saja kau ucapkan?” TaeYeon menghardik BaekHyun.
                “Sudah-sudah! Ayo kita pergi sekarang. Ayo Yeolli,!” Ajak Chanyeol yang sudah melangkah pergi dari kerumunan itu.
                “Oh! Kalian benar-benar tidak peka!” Gerutu TaeYeon sambil berjalan mengikuti langkah teman-temannya.
                Begitu keluar dari “The Crazy of Darkness”, pasang mata makhluk exoplanet itu tercekam. Pemandangan bekas metropolitan terpampang jelas di hadapan mereka. Gedung-gedung berbaja yang roboh dari pondasinya, tiang-tiang listrik yang terbakar, kuda besi yang mengaung meminta tolong. Hancur berserakan.
                “Mwoya?” Tanya Luhan yang mulai muak.
                “Iya. Ini adalah bumi dari masa lalu.” Yeolli menyingkap semuanya. Ia menceritakan semua kisah-kisah terdahulu yang membuatnya menderita selama ini. Dari kisah matinya seorang  putri yang dibunuh oleh ayahnya, sampai kehancuran bumi di masa lalu karena ulah manusia.
                “Aku tak percaya.” Dengan sirgap TaeYeon mengeluarkan desisannya.
“AKU TAK PERCAYA DENGAN OMONG KOSONGMU. LOGIKA! KALAU INI ADALAH KENYATAAN BUMI DI MASA LALU, MENGAPA BUMI YANG SEKARANG MENUJU KE MASA YANG SEPERTI INI? SEDANGKAN WAKTU BERJALAN MAJU. JIKA MUNGKIN KITA ADA DI MASA LALU, BERARTI KAU DAN KOLONIMU YANG MENGUBAH MASA LALU. BEGITU?” TaeYeon mengacungkan jarinya ke depan muka Yeolli.
                Tidak ada yang paham dengan kata-kata TaeYeon. Bahkan LuHan yang berotak layaknya tokoh jenius dari bumi ‘Albert Einstein’ pun, belum bisa mengartikan petak-petak kata dibalik kalimat TaeYeon.
                “Bukan seperti itu. Mari kita bicarakan sambil makan bakso.” Yeolli menuntun gerombolan ini ke padang besi.
                “Ah!! Permainan apa lagi ini?” TaeYeon mendesah. Sebenarnya, ia tahu jika berada dalam alam bawah sadar kebalikan manusia. Ya, hanya TaeYeon yang bisa mengontrol dirinya. Karena tubuhnya diproteksi oleh mantra yang menyertainya sejak ia lahir. Berkat mantra yang memerisai tubuhnya, ia tak perlu berfikir keras atas masalahnya, apalagi tenggelam dalam dimensi waktu.
                Lagi-lagi, hanya TaeYeon tak ingin menerima apapun yang dari Yeolli. Ia gelisah akan kondisi teman-temannya. Mungkin Yeolli menipu daya teman-temannya karena mereka begitu lemah. Bukan lelaki lemah, hanya saja situasi yang sedang membuatnya lemah.
                “Hueeeekkkk!!!!” si Kkamjjong mengeluarkan isi perutnnya.
                “Ada yang aneh dengan baksomu Yeolli!” Chanyeol yang sudah habis 2 mangkok itu mengutrakan isi hatinya.
                “Nde...Geuchi! Memang!” Yeolli menjawabnya santai.
                Mereka semua tersentak. “MWO!”
                “Penjual bakso tadi adalah orang gila.” Ujar Yeolli sambil tersenyum bangga atas kemenangannya.
                “Aku tidak mengerti Yeolli. Kau benar-benar penghianat. Pantas saja tadi isinya Cuma kuah bakso yang berbau kecut,” BaekHyun mengeluh kesal sambil terus melepas energinya. Ia memutar kedua bola matanya yang nampaknya pucat, “Aku butuh.....eyeliner!”

To be continue....
thanks for reading.... mian buat semua kesalahan dari FF ini :D dari salah ketik, salah kata, dll.... silahkan baca untuk chapter berikutnya :D : KLIK DISINI 

Soshi One

Soshi One