Fan Fiction – Someday
Title
: Someday
Author
: Jung Rae Ah
Main
Cast : Tiffany ‘SNSD’ & Nickhun ‘2PM’
Under
Cast : Taeyeon ‘SNSD’, Seohyun ‘SNSD’, Victoria F(x), Taecyeon ‘2PM’, Wooyoung ‘2PM’,
Kibum ‘Super Junior’.
Genre
: Romance, Sad, Humor, Friendship, etc.
Lenght
: multi chapter
Back
Song :
*Jin Woon – You Walking Toward Me
*Tiffany
– Only One
*SNSD – Express 999
*2PM - I’ll Be Back
Disclaimer
:
*Semua cast milik Tuhan dan Ortu masing-masing
*No Bash and No Plagiaters, so jika copas cantumkan
author or Link. (Link : ayupuspitaningrum129.blogspot.com) – Gomawo.
~HAPPY READING, Hope You Enjoy It~
PART 1
~SEOUL
at 6 A.M
Pagi
yang pucat. Gerimis terus menyiram Seoul sejak semalam tadi. Ditambah hawa
dingin yang membuat setiap insan enggan bangun dari mimpinya. Tak terkecuali hal
ini juga berlaku bagi gadis manis, Tiffany, yang dipanggil Fany oleh
teman-temannya.
Benar
saja Fany masih menggeliat dibalik selimut yang sedari tadi membungkusnya.
Sesekali ia membuka matanya, namun tertidur lagi. Taeyeon yang berdiri
didepannya hanya bisa menggeleng untuk ke sekian kalinya sembari bersusah payah
membangunkan sahabatnya itu. Taeyeon harus berteriak.
“Tiffany ~ a! Ya! Kau mau
bangun jam berapa?” mata Taeyeon terus melotot i selimut putih itu.
“hah! Matahari telah berhasil
menerobos kamar kita, kau tak kunjung bangun pula. Sudah siang, bangunlah!!!”
lanjutnya berbohong.
Tanpa memperhatikan wajah
Taeyeon yang lelah itu, Tiffany menjawab,
“sebentar lagi. Kasihanilah aku. Semalam Appa
(ayah) menelfonku hingga larut malam. Setelah itu aku membantumu menyelesaikan
makalah kita. Kau ingat?” Jawab Fany dengan sedikit campuran nada protes.
“ya! Membantuku katamu? Mwo
(apa)? Bukankah semalam setelah Appamu menelfon kau hanya menontonku yang
sedang berfikir keras lalu kau bermain game disaat aku meninggalkanmu sebentar
kesana-sini. Hah!” Taeyeon mulai naik darah.
Sebenarnya, semua yang
dikatakan Taeyeon tadi adalah fakta. Semalaman Appa menelfonnya sampai tengah
malam, lalu ia hanya melihati Taeyeon mengerjakan makalah. Bahkan diam-diam ia
menertawakan ekspresi lucu Taeyeon yang serius di depan laptop tanpa
sepengetahuan Taeyeon.
Fany terdiam sebentar. Karena
merasa tak diperhatikan, Taeyeon pun membuang selimut itu.
“Ya!” Fany tidak terima.
“Arasso
(oke). Aku akan bangun, tapi apa susahnya kau berangkat lebih dulu? Tak usah
menungguku.” Fany mendengus. Ia berusaha duduk sambil melemaskan otot-ototnya.
Tiba-tiba ia tertawa melihat Taeyeon.
“hahaha!”
Fany tertawa bersahut-sahutan. “hahaha!”
Mata
Taeyeon membulat sempurna seketika. ‘apa anak ini tidak waras?’ pikirnya.
“waeyo
(kenapa)? Gwenchana (baik-baik saja)? Wae?” Tanya Taeyeon putus-putus.
“anio.
Melihatmu dengan ransel pink itu mengingatkanku kepada sinema Barbie yang
kemarin sore aku tonton. Haha... kau lucu sekali.” Fany tertawa
terpingkal-pingkal. Taeyeon mengevaluasi diri sebentar. Tidak ada yang aneh.
“kamanhae
(hentikan)!!! Mandilah, cepat! Atau kau akan terlambat!” Taeyeon memonyongkan
bibirnya, Fany tambah bertepuk tangan.
Aneh.
Benar-benar aneh. Sebenarnya siapa pula yang tak kaget melihat orang yang baru
bangun tidur lalu tertawa karena hal yang tak masuk akal. Tapi apakah
bergembira itu tak selogis Tiffany? Hmmm... Tiffany lah yang tahu.
“sudah
jam 7. Kita naik sepeda berarti sampai disana pukul setengah delapan pas kelas
kita masuk. Atau kampus sudah ditutup.” Ancam Taeyeon
“mwo?”
Sontak Tiffany menghentikan tawanya.
“ne
(iya)....?” Taeyeon mulai membelakangi Tiffany.
Tiffany ber-puh sebentar. Dengan express Fany menerobos Taeyeon sampai membuat
tubuh Taeyeon memutar bagai kincir angin. Hal ini membuatnya sedikit migrain.
“ya!
Neol (kau)!!!” Teriak Taeyeon. Dari depan pintu, Taeyeon melihat punggung Fany
dengan handuk yang disampirkan dibahu menggelar ke punggungnya. Ia mulai
tersenyum, pertanda Fany akan berkunjung ke Kamar Mandi.
“baguslah
kalau begitu,” Taeyeon mengangguk-angguk sebentar dengan tangan bersedekap.
Taeyeon memriksa kembali bukunya. Dan sudah lengkap.
“Taeyeon
ah!!!” panggil seseorang dari belakang.
Suara
itu sangat familiar baginya, ya siapa lagi pemilik suara nge-bas agak berat
namun halus kalau bukan sahabatnya, Tiffany. Taeyeon menoleh. Mulutnya menganga
lebar, matanya membulat, lengkap dengan telunjuk yang terus menunjuk-nunjuk ke
arah Fany yang hanya cekikikan.
“sepertinya
ada paus nyangkut di tenggorokkanku!” ucap Taeyeon nanar.
“Paus?
Nyangkut?” tanya Fany menyipitkan kedua matanya.
“sirheo
(tidak). Oh! Sudah-sudah. Lupakan saja,” Taeyeon menjernihkan pikiran. Ia
berfikir bahwa Tiffany adalah hantu yang sekejab datang dengan gembira kemudian
berlalu dengan sendirinya.
‘untung
saja tawanya tidak seperti hantu dalam film-film horor itu’
Gundah
Taeyeon dalam hati. Tanpa bertanya-tanya lagi, Fany menggenggam tangan
sahabatnya itu dengan maksud ‘ayo kita berangkat sebelum terlambat’ atau
apalah. Taeyeon hanya bisa ‘iya, iya’.
Diperjalanan,
kedua sahabat itu benar-benar serius dengan pedalnya masing-masing. Didepan
kampus, gerbang mulai bergerak. Iya. Bergerak karena Pak Satpam akan menutup
gerbang rapat-rapat.
‘sudah
dekat, aku akan masuk,’ Batin Taeyeon sambil mengayuh pedalnya 2 kali lebih
cepat dari versi sebelumnya.
‘Jebal
(tolong)... aku tidak akan membiarkanmu menutup gerbang itu. Tidak akan!’ seru
Fany dalam hati.
5,
4, 3, .... Taeyeon berhasil masuk.
2,
....! Tiffany turun dari sepedanya lalu berdiri mendorong sepedanya cepat-cepat
tanpa dirinya.
1
!!! sepeda Fany behasil masuk.
Lagi-lagi
Taeyeon dibuat heran oleh sahabatnya itu. Sedangkan satpam yang bertugas itu,
melirik ke Tiffany yang ada diluar dan sepedanya yang ada didalam secara
bergantian.
“cogiyooo
(permisi) ...... !?” Teriak Fany memegang gerbang kampusnya itu.
“mwo
(apa) ? apa-apaan ini?” tanya Satpam itu sedikit kaget.
“saya
akan masuk ke kampus.” Jawab Fany dengan santai. Taeyeon yang ada didalam hanya
bisa melotot dan berkedip beberapa kali.
“Tidak
bisa. Pulanglah!!! Paliga (cepat pergi)!!!” usir sang satpam.
“anio.
Saya tidak akan pulang. Bagaimana saya pulang sedangkan sepeda saya sudah
berhasil masuk ke dalam. Berarti saya juga bisa masuk kedalam.” Fany mencoba
membodohi satpam itu.
“jangan
membodohi saya.” Tolak sang Satpam seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan
oleh Fany.
“eh?” tanya Fany kikuk.
‘Bukankah ia satpam? Kenapa
ia bertingkah seperti psikolog?’ sidik Fany kebingungan.
“Ini bukan masalah sepedamu atau apamu sudah
masuk duluan lalu kau dan seisi tubuhmu bisa masuk begitu saja. Hah! Ini
masalah kedisiplinan. Dan ini sudah peraturan jika kau terlambat, kau harus
pulang.” Tambah satpam sambil mengacungkan pemukul andalannya.
Taeyeon yang menyaksikan
adegan itu tambah gelisah. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa melihat kelakuan
sahabatnya itu.
‘apa
yang dilakukan bocah ini? Jelas-jelas dia dalam keadaan bahaya tapi mengapa
begitu santainya dia. Dia pikir ini dia sedang bermain drama korea apa?’ pikir
Taeyeon tanpa henti.
Tak
lama kemudian, seorang namja (laki-laki) yang berdiri dibelakang Taeyeon
melintas, dan ternyata telah menyaksikan adegan itu dari awal. Dia adalah
Wooyoung. Anak pemilik perusahaan Sumber Daya Alam terpopuler di Korea Selatan.
“ya!
Satpam! Biarkan gadis ini masuk!” Perintah Wooyoung dengan wajah tegas.
“apa-apaan
kau ini? Membiarkan gadis pemalas ini masuk?” balas sang satpam.
“mwo?
Jangan sebut dia gadis pemalas!” Taeyeon mulai melangkah mendekat ikut dalam
alur cerita.
“hey...
jika orang tuaku tidak memberikan sumber daya kepada dinas kota ini dengan
cuma-cuma, Kampus ini tidak akan terbangun sebagus, sekeren, dan semewah ini.
Kau tahu? Bahkan gerbang ini adalah bagian dari hartaku. Bukankah daerah ini
pernah krisis sumber daya untuk membangun bangunan pencakar langit dikota ini?
Dan kampus ini? Jadi, gerbang ini termasuk hartaku, kuasaku. Biarkan gadis ini
masuk dan mengikuti mata kuliahnnya hingga akhir. Ini perintahku, aku yang akan
bertanggung jawab.” Lanjut Wooyoung panjang lebar.
Mendengar
kata-kata itu, satpam membuka gerbang begitu saja, tanpa ragu. Tiffany hanya
bisa mematung tidak mengerti mendengar ucapan gila Wooyoung barusan. Dengan
cepat, Wooyoung meraih tangan Fany dan menuntunnya ke dalam.
“LEPASKAN!!!”
teriak Fany. Sayangnya, cengkeraman Wooyoung lebih kuat dari yang ia bayangkan.
“ya!
Wooyoung ah!!! Aku bukan gadis yang suka ditarik kesana kemari!” bentak Fany
keras-keras hingga membuat kelas yang dilewatinya memusatkan pandangan pada
kedua muda-mudi itu.
Taeyeon
juga ikut terpaku melihatnya. Namun ia kembali memarkir sepedanya dan sepeda Fany
itu, dimanapun. Yang penting tempat kosong dan di daerah parkir. Setelah itu,
Taeyeon mengekor i Tiffany dan Wooyoung. Begitu panas telinga Taeyeon mendengar
ucapan yang keluar dari mulut Fany. Bisa-bisanya gadis manis sepertinya berubah
aneh sejak tadi pagi. Mulai dari tragedi membangunkannya sampai proyek si
Wooyoung ini. Taeyeon meringis.
Beberapa
langkah sebelum masuk ke dalam kelas, Tiffany meledak.
“dasar namja tengik!” Fany
memukul punggung Wooyoung.
“aw! Dasar! Kau yeoja
(perempuan)....” Wooyoung terdiam sebentar menatap lembut ke dalam mata gadis
yang berdiri di depannya itu.
“mwo?” Fany memfokuskan
pikirannya sejenak ke namja yang sedang menatapnya.
Dan ...
Be
continue
......Thanks
For Reading.....
Mianhae buat yang salah
ketik, salah kata, salah kenyambungan cerita coz ini FF romance perdananya
author yang agak ber-drama (what? #abaikan).
Habis baca pliss dong
krisarnya (kritik san saran) dong. Tapi kalo ga
ada yang ngasih krisar, juga gapapa kok. Neomu neomu gomawoyo.... J
3 komentar:
Bagus kok tulisannya
ghamsa hamnida, chingu. sebelumnya maaf baru bales,,, hehe... lagi banyak tugas *Abaikan* ... :D waahhh...author masih pemula loh...udah dikomen bagus,, hati author bisa-bisa luluh, thanks. kata-kata yang sangat-sangat membuat author semangat. ;) :) :D
Posting Komentar